Belajar Command Dasar Linux


PENDAHULUAN

Saat ini semakin banyak orang tertarik menggunakan SO Linux. Hal ini disebabkan Linux saat ini sudah banyak ditampilkan dalam bentuk tampilan grafis(GUI) seperti KDE, Gnome, dan XCFE yang cantik dan antarmukanya semakin mudah untuk dipahami oleh pemula(newbie) yang ingin mempelajari SO ini. Varian dari linux juga semakin banyak dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Apalagi sudah banyak software aplikasi linux yang dikembangkan dan semakin mudah untuk didapatkan baik dari majalah atau internet. Sebagai software yang bersifat open source
Linux didistribusikan dengan berbagai cara yang mudah. Misalnya saja Ubuntu yang menyediakan layanan Shipit online yang semakin memanjakan penggunanya karena dengan melakukan pemesanan CD distro disana pesanan sudah dapat diantarkan langsung ke alamat anda tanpa dipungut biaya apapun (Komputer, 2008). Sehingga membuat orang semakin tertarik dan suka untuk menggunakan Linux.

Namun setiap orang yang baru belajar Linux biasanya memiliki tingkat kesulitan awal dalam mengoperasikan SO ini. Hal ini disebabkan karena pemakai masih awam dan belum terbiasa memakainya. Jika ingin mempelajari SO ini lebih jauh lagi setidaknya kita harus mengetahui perintah dasar yang biasanya digunakan di konsole. Konsole itu kalau dalam SO Windows sering disebut command prompt (CMD).

Penulis ingin mengajak pembaca untuk mengetahui perintah (command) dasar yang biasa digunakan digunakan di SO Linux beserta praktinya. Adapun Linux yang digunakan disini adalah Ubuntu Fiesty 7.04. Karena menurut penulis, Ubuntu ini cukup memiliki tampilan grafis yang cantik dan lebih mudah untuk dipelajari dibandingkan dengan varian yang ada sehingga sudah banyak pemula yang menggunakannya.


MENGENAL KONSOLE LINUX

Sebenarnya apa yang disebut konsole itu. Banyak orang yang menyebut konsole itu “terminal” atau “shell“. Seperti yang disebutkan oleh Singer, et.all(2008) dalam The Konsole Handbook bahwa konsole itu adalah sebuah X terminal emulator, yang sering dianggap sebagai sebuah teminal atau sebuah shell.

Menurut Azikin(2004-2007) menyatakan bahwa konsole atau shell itu adalah merupakan tool berbasis teks untuk berinteraksi dengan komputer. Konsole berfungsi sebagai jembatan antarmuka untuk menghubungkan user dengan sistem, karena melalui konsole itulah kita bisa mengetikan perintah yang selanjutnya dapat dieksekusi oleh sistem. Shell juga disebut interpreter yang mengoperasikan sebuah loop sederhana yakni menerima, menginterpretasikan, menjalankan, dan menunggu perintah masukan berikutnya.
Adapun loop interpreter sederhana yang dijalankan hidup oleh GNU/Linux adalah seperti (Gambar 1).


Pada SO operasi selain Linux penggunaan konsole sangat jarang digunakan karena pengguna sudah dibuatkan tampilan GUI (Graphical User Interface)yang dapat dengan mudah digunakan dengan memilih icon bergambar dengan menggunakan mouse. Namun ketika penulis mengenal dan mempelajari Linux malah sebaliknya peran konsole begitu sangat penting karena command untuk menjalankan suatu program aplikasi kebanyakan harus di jalankan melalui konsole.

Azikin(2004-2007) mengatakan satu hal yang menarik dari sistem operasi GNU/Linux adalah penggunaan shell command tetap dipertahankan karena beberapa alasan berikut:

1. Kebanyakan konfigurasi sistem dapat dilakukan dari shell command.

2. Linux shell memberikan fleksibilitas terutama saat anda bekerja dengan banyak file.

3. Untuk tindakan penyelamatan terhadap sebuah data atau recovery terhadap sistem dan pekerjaan maintenance sistem pada single mode dapat anda lakukan lewat shell
command.

Pada Linux
Ubuntu perintah konsole ditulis di “terminal” yang dapat dibuka melalui menu yang ada di GUI yaitu :


Sehingga akan menampilkan gambar terminal (Gambar 2) yang dapat dijalankan dari GUI.

Selain dapat ditampilkan di GUI, konsole juga dapat dijalankan dalam tampilan Disk Operating System (DOS) dengan menekan tombol [Ctrl+Alt+ F1 …. F6] secara bersamaan. Namun jika anda ingin keluar dari tampilan ini dapat menekan tombol [Ctrl+Alt+F7].

PERINTAH-PERINTAH DASAR KONSOLE YANG DIGUNAKAN DALAM LINUX

Berikut merupakan perintah-perintah konsole dasar untuk melihat, mengeksekusi, dan memanipulasi file/directory di Linux :

  • ls    : untuk menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dirdi DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file
    nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar.
  • dir    : sama juga dengan ls, yaitu untuk
  • menampilkan file dalam suatu directory.
  • cd /    : adalah perintah untuk masuk ke dalam suatu directory. Perintah ini sama dengan yang biasa kita pakai di DOS.

    misalnya     : cd /home/ aan

    Artinya : masuk ke dalam folder “home” yang berada di bawah user “aan”

    1. Perintah diatas juga dapat diketikan :

    cd /home     (Enter)

    cd aan

    2. Perintah untuk keluar dari directory yang sedang aktif :

    cd\ ;     (Enter)

  • mkdir : adalah perintah untuk membuat directory, dan sama dengan md di DOS.
  1. membuat folder dalam suatu directory yang sedang aktif.

    Misalnya    : mkdir data

Artinya : Membuat folder yang bernama “data” yang disimpan pada directory yang sedang aktif.

2. membuat folder pada directory untuk user lain.

Misalnya : jika ingin membuat folder yang bernama “data” di bawah user lain, misalnya saja nama user-nya “dessy”, maka perintahnya akan berbeda.

kita masuk dulu ke directory “home” yang berada di bawah user “dessy” dengan perintah :

cd /home

cd dessy     (Enter)

ketik: sudo mkdir data

jika dimintai pasword : masukan password yang dipakai login.

  • cp : adalah perintah untuk meng-copy.

    1. Meng-copy file :

    cp –copy

        1

    /home/aan/Latihan\ di\ Linux\

        2

    /Command\ di\ linux.odt

        3

    /home/aan/data/

        4


    Keterangan :

    1. — copy : adalah perintah untuk

    meng-copy
    file.

    2. menyatakan directory tempat

file berada.

3. merupakan nama file yang

akan di copy.

4. tempat directory tempat meletakan

file yang di-copy.

2. Meng-copy folder beserta file-nya :


cp -r

    1

/home/aan/Latihan\ di\ Linux\

    2

/home/aan/data/

    3


Keterangan :

1. -r : adalah perintah untuk

meng-copy
folder beserta file-nya.

2. menyatakan directory
folder

yang akan di copy.

3. menyatakan directory untuk meletakan folder di copy.

  • mv : Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktory tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Selain memindahkan, perintah ini juga dapat digunakan untuk me-rename.

    1. memindahkan file:


    mv
    /home/aan/Latihan\di\Linux\

    1            2


    /per_cobaan.odt
    /home/aan/data/

     3         4

Keterangan :

1. mv : adalah perintah

untuk memindahkan file.

2. menyatakan directory tempat

file berada.

3. merupakan nama file yang

akan dipindahkan.

4. tempat /directory tempat meletakan

file yang dipindahkan.

2. me-rename
file :

mv
/home/aan/Latihan\ di\ Linux\

1            2

/percobaan.odt                

  3


/home/aan/Latihan\di\Linux\

    4

/per_cobaan.odt

    5

Keterangan :

  1. mv : adalah perintah untuk

me-rename
file.

2. menyatakan directory tempat

file berada.

3. nama file yang akan di-rename

4. tempat directory tempat meletakan file yang di-rename.

5. nama file yang baru.

  • rm : Untuk menghapus file dan secara default
    rm tidak menghapus direktory. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.

    Misalnya:

    rm /home/aan/data/percobaan.odt

    Keterangan : Hapus file “percobaan.odt”, yang terletak dalam directory “data” yang dimiliki oleh user “aan”.

  • rmdir : menghapus suatu directory. Dengan catatan gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empty“.
  1. Menghapus directory pada user yang sedang aktif.

    misalnya : User yang aktif adalah “aan”.

    Perintahnya :

    rmdir /home/aan/data/per_cobaan/

    Keterangan : untuk menghapus folder “per_cobaan” dimana folder dalam keadaan kosong.

  2. Gunakan perintah ini, jika directory dalam keadaan berisi.

Perintahnya :

rm -r /home/aan/data/percobaan/

Keterangan :

-r : untuk menghapus folder “percobaan” beserta dengan isinya.

3. menghapus directory pada user lain, melalui user yang sedang aktif. Gunakan perintah ini, jika anda sudah yakin kalau directory dalam keadaan “empt”.

misalnya : folder yang dihapus berada dalam user dessy.

Perintahnya :

cd /home/dessy (Untuk masuk ke user dessy setelah itu tekan enter).

sudo rmdir [nama_folder]

  • chmod : Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktory. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu r untuk read,
    w untuk write dan x untuk execute.
  1. Numeric
    Coding : Permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka.

    Misalnya : chmod 777 /home/aan/Latihan\ di\ Linux\ /file.odt

    Keterangan :

    chmod 777 : Adalah untuk mmberi ijin baca, tulis, dan eksekusi untuk owner, group, dan other untuk “file.odt”.

  2. Letter Coding : Digunakan untuk memberi permission kepada masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin.

    Misalnya : chmod ug+rx file.odt

    Keterangan :

    Chmod ug+rx : Adalah memberikan ijin baca dan eksekusi file “file.odt” kepada owner dan group.

  • chown : Digunakan mengganti owner dari suatu file atau directory.

    Misalnya :

    sudo
    chown
    root:root
    /home/aan/Latihan\

1 2 3 4 5

di\ Linux\ /file.odt

Keterangan :

1. sudo : untuk perintah masuk

sebagai root.

2. chown : untuk mengubah kepemilikan

3. root : menyatakan user.

4. root : menyatakan group.

5.    direktory yang menyatakan letak file “file.odt”.

  • passwd :
    Digunakan untuk mengganti password
    root. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali.
  • su – : Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.
  • Locate : untuk mencari path file atau directory.

    Misalnya :

    locateCommand di linux.odt

    1      2

    Keterangan :

    1. locate: merupakan perintah.

    2. merupakan nama file yang dicari.

  • pwd : Untuk mengetahui posisi directory yang sedang aktif
    • ps aux : untuk melihat proses-proses yang sedang berjalan.
  • kill : Untuk mematikan proses yang sedang berjalan.

    Misalnya : kill 5511

    Keterangan : Adalah untuk mematikan proses yang ke 5511

    • df : Untuk mengetahui informasi tentang media penyimpanan.
  • tar -xzvf : untuk mengekstrak file dalam format *.tar atau *.tar.gz

Misalnya : tar -xzvf /media/sda5/Software\

1            2

House/baru\ nie/xampp-linux-1.6.4.tar.gz

     3

C /opt/

Keterangan :

1. nama media tempat file yang diekstrak

2. nama file yg akan diektrak

3. tempat file diletakan, setelah di ekstrak.

  • tar -xjvf    : Untuk mengekstrak file dalam format *.bz2
  • start : Adalah perintah untuk menjalankan servis.

    Misalnya :

    sudo /opt/lampp/lampp start

    Keterangan : Adalah perintah untuk menjalankan service dari xampp.

  • stop : Adalah perintah untuk menghentikan servis.

    Misalnya :

    sudo /opt/lampp/lampp stop

    Keterangan : Adalah perintah untuk menghentikan service dari xampp.

  • Meng-archieve
    file ke format : tar, tar.bz2, tar.gz
  1. Archieve *.tar :


~/Latihan di Linux $ tar –cjf

        1        2


aan.tar.bz2
aan.odt

3     4

Keterangan :

1. Folder tempat data yang di-archive disimpan

2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)

3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya

4. Nama file yang yang akan di-archive

  1. Arcieve *.tar.bz2 :

~/coba_archive$
tar -cjf
coba.tar.bz2

     1         2     3

test/

4

Keterangan :

1. Folder tempat data yang di-archive disimpan

2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar.bz2)

3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya

4. Nama folder yang yang akan di-archive

  1. Archieve *.tar.gz :

~/coba_archive$
tar -cf
coba.tar
test/

     1          2      3    4

Keterangan :

1. Folder tempat data yang di-archive disimpan

2. Perintah untuk meng-archive ke dalam format (.tar)

3. Nama file baru yang di-archive, beserta formatnya

4. Nama folder yang yang akan di-archive. (berlaku juga untuk file)

  • man : Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.
  • Shutdown : Perintah ini untuk mematikan sistem. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.
  • tail :
    Untuk menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan. Perintahnya : tail [jumlah baris] [file file ….]
  • talk :
    Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.
  • mount : Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini.

    Misalnya :

    mount –t ntfs
    /dev/sda1 /media/Data

    Atau

    mount –t fat32
    /dev/sda2 /media/System

    Keterangan :

    Ntfs / Fat32 : menyatakan format hardisk

    /dev/sda2/media/nama_media: menyatakan nama direktory atau mount-point-nya .

  • umount : Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount
    filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktory yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan. Penulisannya hampir sama dengan mount, yaitu tinggal mengganti kata mount dengan umount.
  • who : Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login.
  • alias : Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah.

    Misalnya :

    alias dir = ls

Keterangan : Digunakan apabila ingin perintah ls dapat juga dijalankandengan mengetikkan perintah dir.

  • Unalias : Adalah kebalikan dari perintah alias, dimana perintah ini akan membatalkan sebuah alias.

About ariemusbandi

Guru Nge-Blog dari SMK Negeri 1 Tebas, Kec. Tebas, Kab. Sambas Prov Kalbar

Posted on 3 Agustus 2011, in GuBlog, Jaringan Komputer. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. mantab..sangat membantu pak😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: