Model Pembelajaran Quantum Teaching and Learning (QTL)


Quantum Teaching and Learning (QTL)

Merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Filosofi pendekatan pembelajaran Quantum dikenal dengan istilah TANDUR yang merupakan kepanjangan dari :

T

=

Tumbuhkan, tumbuhkan minat dengan menunjukkan manfaat dari kompetensi yang dipelajari terhadap kehidupan peserta didik

A

=

Alami, ciptakan dan berikan pengalaman langsung yang dapat dimengerti oleh peserta didik

N

=

Namai, berikan kata-kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, untuk mudah diingat dan dipahami

D

=

Demonstrasikan, sediakan waktu dan kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang diperoleh selama proses pembelajaran

U

=

Ulangi, tunjukkan kepada peserta didik cara mengulangi materi dan tegaskan bahwa “Aku mampu bahwa aku memang mampu”

R

=

Rayakan, akui hasil belajar peserta didik, baik dalam bentuk penyelesaian, partisipasi, perolehan keterampilan ataupun ilmu pengetahuan dan beri penghargaan

 

  1. Pendekatan Pembelajaran Quantum

    Kelas merupakan komunitas belajar yang menjadi tempat untuk meningkatkan kesadaran, daya dengar, partisipasi, umpan balik dan pertumbuhan bagi peserta didik. Kelas merupakan tempat bagi peserta didik mencari dan terbuka terhadap umpan balik, mengalami perubahan, kegembiraan dan kepuasan, memberi dan menerima, belajar mengakui dan mendukung orang lain, serta belajar dan tumbuh sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

    Untuk membentuk lingkungan kelas yang dapat mengakomodasi semua tempat belajar yang baik, diperlukan langkah-langkah berikut:

    1. Membangun ikatan emosional. Kunci untuk membangun ikatan emosional adalah dengan menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan, dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar.
    2. Menjalin rasa simpati dan saling pengertian. Untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik pada proses pembelajaran, guru harus membangun hubungan dengan menjalin rasa simpati dan saling pengertian.
    3. Menciptakan keriangan dan ketakjuban. Menumbuhkan lebih banyak kegembiraan dalam pengajaran, melalui pemberian afirmasi (penguatan atau penegasan), pengakuan, dan perayaan,
    4. Mengambil Resiko

      Peserta didik belajar berani mengambil resiko. Sebagai contoh peserta didik berani menghabiskan sebagian waktunya untuk datang ke sekolah merupakan salah satu resiko peserta didik dalam memasuki proses belajar.

    5. Ciptakan rasa saling memiliki

      Umumnya semua peserta didik ingin merasa saling memiliki, karena dengan rasa saling memiliki akan memberikan nilai tambah, merasa lebih berdaya dan diterima di dalam kelompoknya. Dengan rasa saling memiliki akan menciptakan rasa kebersamaan, kesatuan, kesepakatan dan dukungan dalam belajar.

    6. Memberikan keteladanan

      Keteladanan guru dalam segala hal menjadi cara yang ampuh dalam membangun hubungan dan memahami perasaan orang lain. Keteladanan akan memperkuat proses pembelajaran yang dilakukan.

      Langkah-langkah pembelajaran quantum:

      1. Menentukan tujuan pembelajaran
      2. Komunitas dalam belajar memiliki tujuan yang sama. Dimanapun mereka berada, baik di kelas, di sekolah maupun di lembaga diklat lain, memiliki tujuan sama yaitu mengembangkan kecakapan peserta didik sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan.
      3. Meyakinkan kemampuan peserta didik dalam belajar, dan kemampuan guru dalam mengajar
      4. Menjaga agar komunitas kelas tepat berjalan agar peserta didik tetap memiliki minat belajar tinggi

      Lingkungan yang mendukung model pembelajaran quantum antara lain :

      1. Poster ikon, poster afirmasi, penggunaan warna, alat
      2. bantu dapat digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran, kemampuan guru dan fasilitas yang dimiliki.
      3. Pengaturan tempat duduk peserta didik memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Peserta didik diberi kebebasan untuk mengatur posisi tempat duduk sehingga proses interaksi dapat berjalan dengan baik.
      4. Tumbuhan, aroma dan unsur organik lainnya, dapat memperkaya kesegaran ruangan kelas
      5. Musik dapat digunakan untuk menata suasana hati, mengubah keadaan mental peserta didik, serta mendukung lingkungan belajar

About ariemusbandi

Guru Nge-Blog dari SMK Negeri 1 Tebas, Kec. Tebas, Kab. Sambas Prov Kalbar

Posted on 2 November 2011, in GuBlog. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: